Jakarta – Warga terdampak banjir di Kecamatan Patia dan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, mulai mengalami krisis logistik akibat stok bantuan yang menipis. Kondisi banjir yang telah berlangsung selama hampir sepekan mengakibatkan aktivitas warga lumpuh dan jalur distribusi pangan terhambat. Masyarakat sangat mengkhawatirkan ketersediaan bahan makanan untuk beberapa hari ke depan jika bantuan tambahan tidak segera tiba di lokasi pengungsian.
Selain masalah pangan, warga sangat membutuhkan bantuan berupa perlengkapan bayi, kebutuhan khusus ibu hamil, serta pakaian layak pakai karena banyak harta benda mereka yang terendam air. Kebutuhan tersebut dinilai sangat mendesak mengingat banyaknya warga yang harus bertahan di posko pengungsian dengan fasilitas dan pakaian yang terbatas.
Masalah air bersih juga menjadi keluhan utama di wilayah terdampak banjir Pandeglang. Sumur-sumur yang menjadi sumber utama air bersih warga kini tercemar dan berubah warna menjadi cokelat sehingga tidak layak untuk dikonsumsi maupun digunakan untuk keperluan sanitasi. Kondisi lingkungan yang tidak sehat ini mulai mengancam kesehatan para pengungsi, sehingga diperlukan penanganan cepat dari pihak terkait untuk penyediaan air bersih dan obat-obatan. Dikutip dari RRI.co.id
