Ekonomi

Rupiah Menguat: Ditutup Perkasa di Level Rp16.657 per Dolar AS

Rupiah Menguat: Ditutup Perkasa di Level Rp16.657 per Dolar AS

Rupiah ditutup menguat pada perdagangan Selasa, 25 November 2025. Sejak pembukaan pagi, mata uang Garuda sudah menunjukkan penguatan terhadap dolar AS dan berlanjut hingga penutupan sore. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah naik 42 poin atau 0,25 persen ke level Rp16.657 per USD, dari sebelumnya Rp16.699 per USD. Data Yahoo Finance juga mencatat kenaikan 35 poin ke Rp16.655 per USD. Sementara itu, kurs Jisdor menunjukkan rupiah berada di posisi Rp16.667 per USD, menguat dibandingkan perdagangan kemarin di Rp16.709 per USD.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah didorong oleh meningkatnya ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed. Peluang pemotongan suku bunga pada Desember disebut telah mencapai 81 persen, naik signifikan dari sekitar 60 persen pada hari sebelumnya. Ekspektasi ini menguat setelah komentar Gubernur The Fed Christopher Waller yang menilai pemangkasan suku bunga sesuai dengan kondisi ekonomi AS.

Meski demikian, perdebatan di internal The Fed masih berlangsung, dengan sejumlah pejabat yang ragu terhadap urgensi pemangkasan lanjutan. Sebelumnya, FOMC telah memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75–4 persen, yang juga menunjukkan adanya perbedaan pandangan antarpejabat.

Selain itu, sentimen risk-on yang kembali meningkat turut memperkuat rupiah. Menurut Lukman, euforia seputar perkembangan teknologi AI yang kembali mencuat menjadi salah satu faktor yang mendorong minat pasar terhadap aset berisiko, termasuk rupiah. Dikutip dari Metrotvnews.com