Ekonomi

Rupiah Diperkirakan Melemah, Sentimen Global dan Suku Bunga AS Jadi Faktor Utama

Rupiah Diperkirakan Melemah, Sentimen Global dan Suku Bunga AS Jadi Faktor Utama

Jakarta – Nilai tukar Rupiah berisiko melemah terhadap Dolar AS pada perdagangan hari ini, Selasa (25/11/2025). Pada penutupan Senin, Rupiah sempat menguat 0,10 persen atau 17 poin menjadi Rp16.699 per Dolar AS.

Analis Pasar Uang, Fikri C. Permana, memperkirakan Rupiah dapat mengalami depresiasi tipis ke posisi Rp16.720 per Dolar AS. Salah satu faktor pendorong depresiasi adalah meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember 2025, setelah pernyataan pejabat The Fed Christopher Waller dan John Williams yang cenderung dovish.

Indeks Dolar AS terus menguat dan mencapai level 100,25 pada Senin, tertinggi dalam enam bulan terakhir. Penguatan Dolar AS menambah tekanan bagi Rupiah dan mata uang utama dunia lainnya, termasuk Euro dan Yen Jepang. Euro tertekan akibat kondisi fiskal di Uni Eropa, sedangkan Yen melemah karena intervensi fiskal besar oleh pemerintah Jepang.

Di dalam negeri, Rupiah juga dipengaruhi oleh lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI). Perkembangan kedua instrumen ini bisa mendorong penguatan atau pelemahan Rupiah lebih lanjut. Dikutip dari RRI.co.id