Jakarta – Real Madrid resmi mengumumkan pemutusan kontrak Xabi Alonso sebagai pelatih tim utama pada Selasa, sehari setelah kekalahan menyakitkan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol yang digelar di Arab Saudi. Keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara pihak manajemen klub dan sang pelatih. Meski harus berpisah, manajemen Los Blancos tetap menyampaikan apresiasi tinggi dan menegaskan bahwa Alonso akan selalu memiliki tempat istimewa di hati para pendukung karena statusnya sebagai legenda klub.
Performa tim yang tidak stabil menjadi faktor utama di balik keputusan ini, terutama setelah Madrid tertinggal empat poin dari Barcelona dalam perburuan gelar juara La Liga. Xabi Alonso sebenarnya sempat memulai kariernya di Bernabeu dengan sangat gemilang sejak Juni 2025 dengan mencatatkan 13 kemenangan dari 14 pertandingan awal. Namun, situasi mulai berubah sulit setelah kekalahan tipis dari Liverpool pada November lalu, yang memicu rentetan hasil kurang maksimal bagi skuad Madrid.
Meskipun Alonso sempat membawa tim bangkit melalui lima kemenangan beruntun di akhir periode kepelatihannya, peningkatan tersebut dinilai belum cukup kuat untuk meyakinkan pihak manajemen. Pengalamannya saat membawa Bayer Leverkusen menjuarai liga dan piala domestik musim lalu ternyata belum mampu menghindarkan dirinya dari pemecatan di Spanyol. Dengan hasil ini, Real Madrid kini tengah bersiap mencari suksesor baru untuk mengisi kekosongan kursi kepelatihan demi mengejar ketertinggalan poin di kompetisi domestik. Dikutip dari Antaranews.com
