Nasional

Perkuat Ketahanan Pangan, Kementan, BRIN, dan Kemendiktisaintek Kolaborasi Riset Nasional

Perkuat Ketahanan Pangan, Kementan, BRIN, dan Kemendiktisaintek Kolaborasi Riset Nasional

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mempercepat swasembada pangan. Sinergi besar ini dikukuhkan melalui penandatanganan kesepakatan bersama di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, pada Kamis (12/03/2026), guna memastikan hasil riset nasional tidak hanya berakhir sebagai dokumen ilmiah, tetapi menjadi solusi nyata di lahan pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa inovasi adalah kunci utama kemajuan sektor pangan. Beliau menyoroti banyaknya penelitian berkualitas yang selama ini terhenti pada tahap publikasi tanpa menyentuh kebutuhan industri. Melalui kolaborasi ini, riset akan langsung diterjemahkan ke dalam kebijakan pemerintah agar inovasi teknologi dapat segera diserap oleh pasar dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi petani serta masyarakat luas.

Senada dengan hal tersebut, Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengungkapkan fakta bahwa lebih dari 90% penelitian akademik di perguruan tinggi belum berhasil masuk ke pasar komersial akibat minimnya sinergi dengan industri. Untuk itu, Kemendiktisaintek akan mengonsolidasikan sedikitnya 18 perguruan tinggi di Indonesia guna memfokuskan riset mereka pada komoditas strategis nasional. Fokus utama kerja sama ini mencakup komoditas pokok seperti padi, jagung, kedelai, hingga pengembangan teknologi alat mesin pertanian (alsintan) modern dan pengolahan pascapanen.

Kepala BRIN, Arif Satria, menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan peta jalan (roadmap) riset pangan nasional untuk menyelaraskan penelitian lintas lembaga. Hingga saat ini, BRIN telah mengantongi 188 paten di bidang pangan yang siap dihilirisasi ke sektor industri. Dengan dukungan sarana riset bersama dan pertukaran data yang kuat, sinergi tiga lembaga ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan Indonesia serta meningkatkan daya saing komoditas pertanian di pasar global. Dikutip dari RRI.co.id