Ekonomi

Penutupan Perdagangan: IHSG Turun ke 8.414, Sektor Mana yang Tekan Pasar?

Penutupan Perdagangan: IHSG Turun ke 8.414, Sektor Mana yang Tekan Pasar?

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah sepanjang perdagangan Jumat, 21 November 2025. Berdasarkan data RTI Business, IHSG ditutup turun 0,07 persen atau 5,56 poin ke level 8.414. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 352 saham mengalami penurunan, 274 saham naik, dan 187 saham stagnan.

Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan bahwa sektor finansial menjadi penekan utama indeks dengan penurunan 0,61 persen, sementara sektor teknologi mencatat penguatan paling solid sebesar 2,72 persen. Pada penutupan hari ini, indeks LQ45 juga bergerak melemah dengan saham TLKM, ISAT, BUMI, ANTM, dan UNVR menjadi kontributor terbesar pelemahan.

Volume perdagangan saham mencapai 34,78 miliar lembar dengan frekuensi 1,94 juta transaksi. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp16,47 triliun, sementara kapitalisasi pasar pada akhir pekan ini mencapai Rp15.421,10 triliun.

Menurut Tim Analis Phitraco Sekuritas, pelemahan IHSG dipengaruhi oleh tekanan yang terjadi di bursa global dan regional. Mereka menyebut pasar global tertekan oleh aksi jual pada saham-saham teknologi serta memudarnya ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga The Fed. Kondisi ini turut menekan sebagian besar indeks saham Asia yang ditutup melemah, sementara bursa Eropa juga dibuka turun dan indeks futures Wall Street bergerak moderat.

Meski IHSG melemah pada akhir pekan, Tim Phintraco mencatat indeks masih mencatatkan kenaikan 0,52 persen secara mingguan. Mereka memproyeksikan IHSG akan cenderung berkonsolidasi dalam jangka pendek pada rentang 8.350–8.450. Konsolidasi diperkirakan masih berlangsung selama IHSG belum mampu menembus dan bertahan di atas level 8.450 dengan dukungan volume besar. Namun, tim analis tersebut menekankan bahwa kondisi pasar yang dinamis dapat mengubah arah pergerakan IHSG sewaktu-waktu. Dikutip dari RRI.co.id