Presiden merayakan malam pergantian tahun 2026 bersama para warga di posko pengungsian sebagai bentuk dukungan moral bagi masyarakat terdampak bencana. Kehadiran kepala negara di lokasi tersebut memberikan kegembiraan tersendiri bagi warga yang harus melewati malam tahun baru di tengah keterbatasan tenda darurat. Dalam suasana penuh kekeluargaan, Presiden menyempatkan diri untuk berdialog langsung dan makan malam sederhana bersama para pengungsi guna mendengar aspirasi serta harapan mereka di tahun yang baru.
Para warga menyatakan rasa senang dan terharu karena bisa berinteraksi langsung dengan pemimpin negara tanpa protokol yang kaku di tengah situasi sulit yang mereka alami. Selain memberikan semangat, Presiden juga membagikan bingkisan dan bantuan tambahan, terutama bagi anak-anak, untuk membawa keceriaan di malam pergantian tahun. Kehadiran ini dianggap sebagai simbol bahwa pemerintah tetap memprioritaskan kesejahteraan rakyat yang sedang tertimpa musibah di awal tahun ini.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat proses rekonstruksi hunian dan pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak. Langkah ini diambil agar para pengungsi dapat segera kembali ke kehidupan normal dan tidak terlalu lama berada di tempat penampungan sementara. Perayaan yang ditutup dengan doa bersama ini diharapkan menjadi titik awal optimisme bagi seluruh warga untuk bangkit dan menata masa depan yang lebih baik di tahun 2026. Dikutip dari RRI.co.id
