Lumajang – Pemerintah Kabupaten Lumajang membangun infrastruktur pengendali lahar Gunung Semeru sebagai langkah strategis untuk mempercepat mitigasi dan mengurangi risiko bencana bagi masyarakat. Proyek ini didanai melalui bantuan JICA dalam program Volcanic Disaster Risk Reduction Sector Loan yang terbagi menjadi dua wilayah pengerjaan, yakni di Kecamatan Pronojiwo dan Kecamatan Candipuro. Pembangunan ini mencakup berbagai sarana fisik seperti sabodam, tanggul pengarah aliran, serta penyangga beton yang berfungsi menahan jutaan meter kubik material vulkanik agar tidak merusak pemukiman dan lahan pertanian di wilayah hilir.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan investasi keselamatan jangka panjang yang sangat krusial mengingat karakteristik risiko Gunung Semeru yang bersifat berulang. Di Desa Supiturang, infrastruktur difokuskan untuk menampung sedimen di jalur utama aliran lahar, sementara di Desa Sumberwuluh pembangunan diarahkan untuk memperkuat ketahanan wilayah tengah hingga hilir. Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menerapkan sistem manajemen keselamatan konstruksi yang ketat guna menjamin kualitas dan ketahanan bangunan pengendali sedimen tersebut.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah terus melakukan koordinasi lintas sektor agar proyek tetap selaras dengan realitas sosial di lapangan, termasuk aktivitas penambangan pasir rakyat yang menjadi tumpuan ekonomi warga. Keberhasilan inisiatif ini tidak hanya diukur dari selesainya infrastruktur, tetapi juga dari kemampuannya menurunkan risiko dampak bencana secara nyata dan berkelanjutan. Melalui sosialisasi yang intensif, diharapkan terbangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga ketahanan lingkungan dari ancaman banjir lahar dingin di masa depan. Dikutip dari RRI.co.id
