Pemerintah memastikan stok beras di Bulog Sumatera Utara mencukupi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak bencana banjir dan longsor. Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menyampaikan bahwa ketersediaan beras mencapai 56.000 ton yang siap disalurkan kapan saja.
“Bulog memiliki stok yang banyak siap disalurkan ke 16 kabupaten terdampak,” ujar Budi Cahyanto. Distribusi bantuan dilakukan melalui jalur laut, termasuk pengiriman ke gudang Bulog di Sibolga, dan mengikuti prosedur internal hingga pintu gudang. Penyaluran ke dapur umum menjadi tanggung jawab pemerintah daerah masing-masing.
Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komdigi) memulihkan konektivitas jaringan di wilayah terdampak. Infrastruktur telekomunikasi darurat disiapkan, termasuk Posko Informasi dan Media Center di lokasi-lokasi strategis. Posko mendukung komunikasi darurat serta koordinasi berbagai pihak, termasuk jurnalis dan operator seluler.
Di Aceh, posko berlokasi di Gedung Sekretariat Daerah Provinsi, sementara di Sumatra Barat berada di Komplek Kantor Gubernur Sumbar. Untuk Sumatera Utara, posko didirikan di Kwarda Pramuka Sumut, GOR Pandan, dan Posko Trauma Healing Hamparan Perak. Posko juga menyediakan ruang redaksi bersama serta pusat konferensi pers, mendukung koordinasi Komdigi, pemda, dan pemantauan jaringan telekomunikasi.
Dengan stok beras yang melimpah dan dukungan komunikasi darurat, pemerintah memastikan kebutuhan pangan dan informasi bagi masyarakat terdampak bencana di Sumut, Sumbar, dan Aceh tetap terjamin. Dikutip dari RRI.co.id
