Ekonomi

Mirae Asset Sekuritas Ingatkan Risiko Volatilitas Pasar di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

Mirae Asset Sekuritas Ingatkan Risiko Volatilitas Pasar di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

Jakarta – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memproyeksikan volatilitas pasar saham domestik masih akan berlanjut akibat lonjakan harga energi global dan fluktuasi arus dana asing. Head of Research & Chief Economist Mirae Asset, Rully Arya Wisnubroto, menjelaskan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah telah memicu kenaikan harga minyak Brent hingga di atas 100 dolar AS per barel. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan energi dunia dan memberikan tekanan inflasi yang berpotensi menghambat pelonggaran kebijakan moneter global, yang pada akhirnya menekan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Meskipun pasar saham secara umum mengalami tekanan dengan adanya aksi jual bersih (net foreign sell) oleh investor asing, sektor komoditas dinilai masih memiliki ketahanan yang relatif kuat. Senior Research Analyst Mirae Asset, Muhammad Farras Farhan, menyoroti kinerja sektor batu bara seperti ITMG yang tetap solid berkat disiplin biaya dan efisiensi operasional meski harga komoditas sedang berfluktuasi. Saham-saham berbasis komoditas dan mineral diprediksi tetap menjadi pilihan investor asing sebagai penopang portofolio di tengah ketidakpastian ekonomi global karena fundamental arus kas yang stabil.

Menjelang periode Idul Fitri 2026, Mirae Asset melihat adanya potensi sentimen positif dari peningkatan aktivitas konsumsi domestik. Momentum Lebaran diharapkan mampu mendorong kinerja sektor ritel, makanan, serta transportasi seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat. Saham-saham sektor konsumer seperti CMRY dan MYOR menjadi salah satu pertimbangan strategis bagi investor untuk memanfaatkan peluang peningkatan ekonomi musiman, meskipun arah pasar secara keseluruhan tetap akan sangat bergantung pada dinamika geopolitik global dan arah kebijakan suku bunga. Dikutip dari Antaranews.com