Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan kerja ke pusat budi daya tematik ikan lele sistem bioflok di Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, Desa Luworo, Kabupaten Madiun. Program ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi perdesaan sekaligus menjadi penyokong utama pasokan protein bagi masyarakat lokal. Selain meningkatkan produktivitas perikanan darat, inisiatif ini juga disinergikan dengan program Makan Bergizi Gratis melalui kolaborasi bersama Satuan Pelayanan Pangan Bergizi di wilayah setempat.
Di lokasi tersebut, terdapat 24 kolam bioflok dengan target produksi mencapai 15 ton ikan lele per tahun yang diproyeksikan menghasilkan nilai ekonomi hingga Rp380 juta. Menteri Sakti menjelaskan bahwa hasil panen ini akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rutin, termasuk menyuplai sekitar 300 kilogram ikan per minggu ke desa-desa sekitar. Langkah ini merupakan bagian dari peta jalan kementerian untuk menciptakan swasembada pangan berbasis protein hewani yang merata di tingkat desa.
Selain di Madiun, program budi daya tematik ini tersebar di 100 lokasi di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Ngawi dan Situbondo. Dalam rangkaian kunjungannya, Menteri KKP juga memantau perkembangan budi daya di Ngawi yang selama ini telah menjadi sentra pembenihan lele. Dengan penguatan teknologi bioflok, pemerintah berharap mampu memenuhi kebutuhan konsumsi ikan yang tinggi di daerah tersebut sekaligus meningkatkan taraf kesejahteraan para pembudi daya ikan melalui pengelolaan kolam yang lebih modern dan efisien. Dikutip dari Antaranews.com
