Jakarta – Tim SAR gabungan berhasil menemukan perangkat Emergency Locator Transmitter milik pesawat ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Temuan tersebut sempat diduga sebagai kotak hitam, namun pemeriksaan lebih lanjut memastikan bahwa benda itu merupakan alat pemancar sinyal darurat. Kejadian ini menekankan pentingnya memahami bahwa dalam dunia penerbangan terdapat dua perangkat keselamatan utama dengan peran yang sangat berbeda saat terjadi kecelakaan.
Emergency Locator Transmitter berfungsi sebagai penunjuk lokasi dengan cara memancarkan sinyal darurat otomatis ke sistem satelit saat terjadi benturan keras. Di sisi lain, kotak hitam merupakan alat perekam yang menyimpan data teknis penerbangan serta percakapan di dalam kokpit. Berbeda dengan pemancar sinyal, kotak hitam tidak memberikan informasi lokasi secara aktif, melainkan harus ditemukan dan diambil secara fisik agar data di dalamnya dapat dianalisis oleh para penyelidik.
Berikut adalah beberapa perbedaan utama antara kedua perangkat tersebut:
- Fungsi utama: Emergency Locator Transmitter fokus pada penentuan lokasi kecelakaan, sementara kotak hitam fokus pada rekaman data untuk investigasi penyebab insiden.
- Cara kerja: Emergency Locator Transmitter memancarkan sinyal aktif ke satelit, sedangkan kotak hitam menyimpan informasi secara internal yang memerlukan pengambilan fisik.
- Informasi yang dihasilkan: Emergency Locator Transmitter hanya memberikan titik koordinat darurat, sementara kotak hitam menyimpan ribuan parameter teknis dan komunikasi suara.
- Peran dalam kecelakaan: Emergency Locator Transmitter membantu tim pencarian menemukan posisi pesawat, sedangkan kotak hitam membantu menjelaskan kronologi dan penyebab kecelakaan.
Dikutip dari RRI.co.id
