Nasional

Mendag Sebut Surplus Perdagangan Indonesia Cetak Rekor 68 Bulan Beruntun

Mendag Sebut Surplus Perdagangan Indonesia Cetak Rekor 68 Bulan Beruntun

Jakarta – Menteri Perdagangan Budi Santoso mengumumkan bahwa kinerja ekspor nasional sepanjang tahun 2025 tetap menunjukkan tren positif dengan keberhasilan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut. Capaian ini menghasilkan total nilai surplus sebesar USD41,05 miliar, meskipun ekonomi global sedang diwarnai tantangan proteksionisme yang ketat. Pertumbuhan ekspor nasional tercatat meningkat sebesar 6,15 persen sebagai hasil dari langkah strategis pemerintah dalam menjaga eksistensi pasar di luar negeri.

Keberhasilan ini dinilai sangat impresif karena diraih di tengah merosotnya harga sejumlah komoditas andalan seperti minyak sawit mentah yang turun 16,2 persen dan batu bara yang anjlok 19,7 persen. Transformasi melalui program hilirisasi industri menjadi kunci utama, di mana sektor industri pengolahan kini mendominasi struktur ekspor nasional hingga 80,27 persen. Pergeseran komposisi ekspor dari bahan mentah ke barang olahan ini memungkinkan nilai ekspor non-migas tetap tumbuh signifikan sebesar 7,66 persen.

Dalam peta perdagangan internasional, Amerika Serikat, India, Filipina, Belanda, dan Vietnam menjadi penyumbang surplus terbesar bagi Indonesia, sementara ekspor ke Swiss melonjak tajam hingga 225 persen berkat komoditas perhiasan dan emas. Pemerintah berkomitmen memperluas akses pasar baru dengan menargetkan implementasi kerja sama perdagangan dengan Uni Eropa pada tahun depan. Saat ini, Indonesia telah memiliki 20 perjanjian dagang aktif yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para pelaku industri untuk meningkatkan volume pengiriman barang ke mancanegara. Dikutip dari RRI.co.id