Jakarta: Bitcoin semakin menjadi aset strategis di tengah pergeseran keuangan global. Dengan sistem Petrodollar yang mulai runtuh dan blok BRICS merancang sistem baru, Bitcoin muncul sebagai alternatif netral untuk melindungi nilai kekayaan dari inflasi dan gejolak ekonomi. Aset digital ini memiliki suplai maksimal 21 juta, membuatnya kebal terhadap pencetakan uang fiat yang terus menekan daya beli.
Permintaan Bitcoin meningkat di negara dengan inflasi tinggi, di mana stablecoin menggunakan hasil cadangan T-Bills untuk membeli Bitcoin sebagai lindung nilai. Investasi institusi besar seperti BlackRock, Fidelity, dan MicroStrategy menunjukkan bahwa Bitcoin kini bukan sekadar spekulasi. Proyeksi harga Bitcoin bahkan diperkirakan bisa menembus USD1,2 juta pada 2030.
Tahun 2025 juga menjadi momentum penting untuk memilih aplikasi Bitcoin terbaik. Investor disarankan memilih platform yang aman, legal, dan memiliki fitur lengkap, termasuk kemudahan deposit/withdrawal, UI/UX sederhana, fitur Dollar-Cost Averaging (DCA), serta dukungan multi-aset.
Berdasarkan ulasan pengguna, aplikasi unggulan seperti Pluang menonjol karena ekosistem produk lengkap, biaya kompetitif, dukungan regulasi OJK, dan fitur edukasi. Investor pemula disarankan memanfaatkan akun demo atau edukasi fitur sebelum memulai investasi, sementara trader berpengalaman dapat memilih platform dengan charting interaktif dan fitur lanjutan sesuai kebutuhan.
Kesimpulannya, memiliki Bitcoin dan aplikasi trading yang tepat menjadi langkah strategis untuk melindungi aset dan memanfaatkan momentum pertumbuhan aset digital di Indonesia pada 2025. Dikutip dari Metrotvnews.com
