Jakarta: Indonesia merupakan salah satu pasar emas paling potensial di dunia. Selain memiliki cadangan emas yang besar, permintaan konsumen Indonesia akan emas juga selalu tinggi.
Hal tersebut tertuang dalam Laporan World Gold Council (WGC) yang bertajuk Indonesian Gold Consumer Insights Report. Laporan itu diluncurkan dalam acara Bullion Connect 2025, di Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Laporan tersebut memberikan pandangan strategis mengenai perilaku konsumen emas di Indonesia dan potensi pengembangan pasar bulion ke depan.
“Tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap emas, menjadi peluang bagi pertumbuhan dan kemajuan industri emas dan ekosistem bulion nasional di masa mendatang,” kata Head of Asia Pacific and Global Head of Central Banks World Gold Council, Shaokai Fan.
Berdasarkan hasil riset WGC, emas merupakan aset yang mencatatkan kinerja terbaik pada tahun 2024 dan 2025. Return-nya dalam rupiah Indonesia, mencapai 32 persen tahun 2024 dan 44 persen selama tahun berjalan 2025.
Sifat emas yang likuid serta untuk menjaga stabilitas finansial, menjadi alasan utama orang mau berinvestasi ke emas. “Masyarakat yang memutuskan berinvetasi ke emas, merasa terlindungi secara finansial dan berpikir sudah mengambil keputusan yang tepat,” ujar Fan.
Mereka yang berinvestasi di emas, lanjutnya, lebih percaya diri dalam menghadapi masa depan karena memiliki ketahanan finansial. Apalagi di tengah ketidakpastian global seperti sekarang ini.
Shaokai Fan juga menyebut, jual beli emas di Indonesia lebih mudah dibandingkan di beberapa negara lainnya. Ini juga yang membuat masyarakat Indonesia atau investor cenderung memilih emas dalam berinvestasi.
“Di masa depan, Indonesia bisa sejajar dengan Tiongkok atau India, dua negara dengan konsumen emas terbanyak,” ucap Fan lagi. Indonesia sendiri melihat peluang besar industri emas untuk menopang pertumbuhan ekonomi ke depan.
“Pemerintah bersama pemangku kepentingan terus menjalankan berbagai langkah strategis, untuk memperkuat pengembangan ekosistem kegiatan usaha bullion nasional,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan.
Pemerintah dan pelaku usaha, mendorong implementasi dan inovasi produk bullion. Seperti Simpanan Emas, Pembiayaan Emas, dan ETF Emas, sesuai yang diamanatkan UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).
“Diseminasi dan literasi kepada masyarakat juga akan digencarkan. Supaya kepemilikan emas di masyarakat dapat lebih terintegrasi ke dalam ekosistem bullion nasional,” ujar Ferry menutup pernyataannya. Dikutip rri.co.id
