Padang – Semen Padang FC harus puas berbagi satu angka setelah ditahan imbang tanpa gol oleh PSIM Yogyakarta dalam lanjutan pekan ke-24 BRI Super League di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (4/3) malam. Meskipun unggul jumlah pemain sejak babak pertama, tim berjuluk Kabau Sirah gagal memaksimalkan sejumlah peluang emas untuk mengamankan kemenangan di kandang sendiri. Hasil imbang 0-0 ini membuat posisi Semen Padang masih tertahan di zona degradasi, tepatnya pada peringkat ke-16 klasemen sementara.
Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal dengan dominasi serangan dari tuan rumah. Peluang pertama lahir melalui tendangan bebas Angelo Meneses di menit keempat, disusul aksi solo Kasim Botan yang hampir memecah kebuntuan. Petaka bagi tim tamu, Laskar Mataram, terjadi pada menit ke-36 ketika Fahreza Sudin diganjar kartu merah langsung oleh wasit setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Samuel Simanjuntak. Insiden tersebut memaksa Samuel dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans, sementara PSIM terpaksa melanjutkan laga dengan 10 pemain.
Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, mengaku kecewa dengan penyelesaian akhir anak asuhnya yang kurang klinis di depan gawang yang dikawal Cahya Supriadi. Meski telah mengubah strategi di babak kedua, rapatnya pertahanan PSIM dan aksi gemilang kiper tim tamu mampu meredam agresi Kabau Sirah. Di sisi lain, PSIM yang mengandalkan serangan balik sempat mengancam lewat tendangan jarak jauh, namun kesigapan Rendy Oscario di bawah mistar Semen Padang memastikan laga berakhir dengan skor kacamata hingga peluit panjang dibunyikan. Dikutip dari Antaranews.com
