Ekonomi

Dirut Bulog Dorong Pembayaran Gabah Nontunai: Lebih Aman, Cepat, dan Efisien

Dirut Bulog Dorong Pembayaran Gabah Nontunai: Lebih Aman, Cepat, dan Efisien

Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani secara resmi mendorong transformasi pembayaran gabah secara nontunai untuk memperkuat keamanan transaksi petani serta meningkatkan transparansi pengadaan pangan nasional. Kebijakan yang mulai dikembangkan untuk tahun 2026 ini akan mengalihkan sistem pembayaran tunai menjadi uang digital, sehingga setiap transaksi langsung masuk ke rekening bank milik petani. Langkah ini diambil untuk melindungi petani dari risiko kejahatan seperti perampokan di lapangan saat membawa uang dalam jumlah besar hingga ratusan juta rupiah setelah masa panen.

Selain faktor keamanan, sistem pembayaran digital ini memungkinkan manajemen Bulog memantau data penyerapan gabah secara real time hingga hitungan detik melalui sinkronisasi data ke pusat. Digitalisasi pembayaran juga menjadi instrumen penting untuk mencegah praktik korupsi dan menutup celah penyimpangan oleh oknum petugas di lapangan, sehingga proses pengadaan berjalan lebih akuntabel dan berintegritas. Dengan memiliki rekening bank, petani diharapkan dapat lebih mudah mengelola tabungan sekaligus memperoleh akses lebih luas ke layanan keuangan formal yang mendukung keberlanjutan usaha tani mereka.

Guna memastikan kelancaran program ini, Bulog akan berkoordinasi intensif dengan perbankan negara seperti BRI, BNI, dan Mandiri untuk melakukan aksi jemput bola ke desa-desa sentra produksi pangan. Pihak perbankan akan membantu mempercepat pembukaan rekening bagi para petani agar sistem pembayaran digital dapat berjalan mulus saat musim panen raya tiba. Melalui modernisasi tata kelola ini, Bulog optimis dapat membangun ekosistem pangan modern yang tidak hanya menjaga stabilitas stok nasional, tetapi juga memberikan rasa nyaman dan perlindungan finansial bagi seluruh petani di Indonesia. Dikutip dari Antaranews.com