Denpasar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali melaporkan delapan orang hanyut terseret arus banjir bandang yang menerjang Desa Banjar, Kabupaten Buleleng, pada Jumat malam (6/3/2026). Hingga Sabtu pagi, tercatat satu orang ditemukan meninggal dunia, empat orang selamat, dan tiga orang lainnya masih dalam tahap pencarian oleh tim gabungan. Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang menuju lokasi kejadian untuk memimpin langsung operasi pencarian korban yang hilang.
Data dari BPBD Bali merinci tiga korban yang masih dalam pencarian adalah Komang Suci (44), Putu Wini (17), dan Kadek Wahyu (12), ketiganya merupakan warga Banjar Ambengan. Sementara itu, satu korban meninggal dunia telah teridentifikasi sebagai Dewa Ketut Adi Suarjaya (55), warga Banjar Santal. Adapun empat warga yang berhasil ditemukan selamat kini telah mendapatkan perawatan medis. Banjir bandang ini dipicu oleh intensitas hujan ekstrem yang menyebabkan luapan air sungai secara tiba-tiba di pemukiman warga pada pukul 20.00 WITA.
Selain di Desa Banjar, BPBD mencatat 19 titik kejadian bencana lainnya di wilayah Buleleng dalam 12 jam terakhir, termasuk banjir di Desa Pancasari, Desa Kayuputih, dan Desa Lemukih. Cuaca ekstrem juga memicu tanah longsor yang menutup akses jalan utama Singaraja-Denpasar serta merusak sejumlah rumah warga dan jembatan tani. Mengingat adanya pengaruh bibit siklon tropis 90S, 93S, dan 92P di wilayah Bali, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan berupa banjir, longsor, dan pohon tumbang. Dikutip dari Antaranews.com
