Daerah

BNPB Ingatkan Warga Jawa Timur Tetap Siaga Cuaca Ekstrem Meski Banjir Surut

BNPB Ingatkan Warga Jawa Timur Tetap Siaga Cuaca Ekstrem Meski Banjir Surut

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan peringatan serius kepada warga di Jawa Timur untuk tetap mewaspadai potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan meskipun banjir di sejumlah wilayah mulai surut. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa meski ketinggian air di wilayah terdampak seperti Kabupaten Pasuruan kini tersisa di kisaran 10 hingga 50 centimeter, status tanggap darurat bencana tetap berlaku aktif hingga akhir Maret 2026. Petugas gabungan masih bersiaga penuh di lapangan untuk mengawal distribusi logistik serta memantau kondisi ribuan kepala keluarga yang terdampak luapan daerah aliran sungai Wrati dan Rejoso.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer, penguatan Monsun Asia berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sepanjang jalur selatan dan tengah Pulau Jawa yang dapat memicu hujan lebat disertai kilat dan angin kencang. Prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menempatkan wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah dalam kategori siaga cuaca ekstrem setidaknya hingga 26 Februari 2026. BNPB mengkhawatirkan kondisi ini dapat memicu munculnya banjir susulan maupun genangan baru di daerah rawan jika curah hujan kembali meningkat dalam durasi yang lama di wilayah seperti Pasuruan, Sukoharjo, hingga Wonogiri.

Sebagai langkah mitigasi bencana, BNPB mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca melalui kanal resmi pemerintah secara berkala guna mengantisipasi ancaman hidrometeorologi. Warga diminta segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman atau titik yang lebih tinggi apabila terjadi hujan lebat dengan durasi lebih dari satu jam yang menyebabkan jarak pandang terbatas. Kesiapsiagaan dini diharapkan dapat meminimalisir risiko kerugian materiil maupun korban jiwa di tengah ketidakpastian kondisi cuaca yang melanda sebagian besar wilayah Pulau Jawa di penghujung bulan Februari ini. Dikutip dari Antaranews.com