Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali menguat signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Rabu (19/11/2025). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup naik 0,26 persen atau 43 poin menjadi Rp16.708 per dolar AS.
Penguatan rupiah ini dipicu oleh keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen. “Keputusan ini sesuai ekspektasi pasar bahwa BI akan mempertahankan suku bunga bulan ini,” ujar analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi.
Sepanjang 2025, BI telah melakukan pemangkasan suku bunga sebanyak lima kali, yaitu pada Januari, Mei, Juli, Agustus, dan September, masing-masing sebesar 25 basis poin. Total pemangkasan mencapai 125 basis poin, dari 6 persen pada akhir 2024 menjadi 4,75 persen saat ini. Menurut Ibrahim, BI masih memiliki ruang untuk penyesuaian suku bunga lebih lanjut dengan mempertimbangkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Meski demikian, fokus BI dalam jangka pendek tetap pada stabilisasi nilai tukar rupiah. Data bank sentral menunjukkan rupiah terdepresiasi 0,69 persen sejak akhir Oktober 2025. BI memperkirakan rupiah akan tetap stabil ke depan, didukung imbal hasil yang menarik, inflasi rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik.
Dari sisi eksternal, pergerakan rupiah juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi AS. Pelaku pasar mencermati sinyal kekuatan pasar tenaga kerja dan tekanan upah. “Data yang lebih lemah dari perkiraan dapat meningkatkan harapan penurunan suku bunga The Fed,” jelas Ibrahim. Namun, pejabat bank sentral AS tetap berhati-hati karena inflasi masih tinggi dan pertumbuhan ekonomi kuat, sehingga peluang penurunan suku bunga baru diperkirakan moderat pada Desember 2025.
Selain itu, ketidakpastian pasar juga meningkat akibat pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait calon Ketua The Fed berikutnya. Spekulasi ini menimbulkan kekhawatiran investor terkait independensi bank sentral di masa depan, meski masa jabatan Jerome Powell baru akan berakhir pada Mei 2026.
Dengan kombinasi kebijakan BI yang stabil dan dinamika pasar global, rupiah berpeluang menguat lebih lanjut jika faktor internal dan eksternal tetap kondusif. Dikutip dari RRI.co.id
