Kabupaten Tuban kini tak hanya dikenal dengan wisata alam dan pesisirnya, tetapi juga bisa dijadikan tujuan wisata kuliner yang nikmat dan lezat. Salah satu yang sedang naik daun adalah kuliner bebek gantung Tuban, menu bebek unik yang tengah ramai diperbincangkan pecinta kuliner.
Kuliner ini baru berdiri pada Oktober 2025, namun sudah berhasil menarik banyak pelanggan dari berbagai kalangan — mulai dari masyarakat biasa hingga pejabat daerah. Tak heran, sejak hari pertama dibuka, warung Bebek Gantung Tuban tak pernah sepi pengunjung.
Warung ini berlokasi di Jalan Raya Pramuka, Tuban, dan dimiliki oleh Edy Purnomo. Sekilas, menu yang disajikan terlihat seperti olahan bebek pada umumnya, tetapi rahasia kelezatannya terletak pada cara pengolahan dan resep tradisional yang berbeda.
Menurut Edy, bebek dimasak dengan cara diungkep terlebih dahulu, lalu digantung sebelum disajikan. Proses ini dipercaya dapat membuat daging bebek menjadi lebih segar, tidak mudah basi, dan beraroma khas.
Yang membuat bebek gantung ini semakin istimewa adalah dua pilihan sambal andalannya:
- Bumbu hitam khas Madura, dengan cita rasa gurih dan kuat.
- Sambal penyetan khas pesisir, yang pedas dan menggugah selera.
“Ide membuat bebek gantung ini muncul karena banyak orang suka masakan bebek, jadi saya coba hadirkan dengan cara baru agar lebih unik,” kata Edy.
Selain menu andalan bebek gantung, warung ini juga menyediakan lele, ayam, dan jeroan sebagai pilihan tambahan. Harga per porsi mulai dari Rp12 ribu hingga Rp75 ribu untuk satu ekor bebek, menjadikannya pilihan kuliner lezat yang tetap ramah di kantong.
Warung Bebek Gantung Tuban buka setiap Senin sampai Sabtu, pukul 16.00–23.00 WIB, dan juga melayani pesanan untuk makan siang atau acara khusus.
Dengan keunikan proses masaknya, rasa khas pesisir, dan sambal yang menggoda, bebek gantung Tuban siap menjadi ikon kuliner baru di Kabupaten Tuban yang wajib dicoba saat berkunjung ke kota ini. Dikutip dari viva.co.id
