Daerah

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Jalan Menuju Medan

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Jalan Menuju Medan

Jakarta — Jalur menuju Kota Medan terputus akibat banjir dan longsor yang melanda Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Rabu (26/11/2025). Bupati Tapanuli Utara, Jonius Hutabarat, dan Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, turun langsung ke lokasi untuk memastikan percepatan normalisasi akses. Penanganan dilakukan bersama Forkopimda, TNI-Polri, dan Balai Jalan Nasional.

Menurut Jonius, akses menuju Medan saat ini hanya dapat dilewati melalui wilayah Tapanuli Utara. Kondisi jaringan telekomunikasi terganggu sehingga komunikasi dilakukan menggunakan perangkat Starlink. Tim gabungan baru menembus sekitar 14 km jalur terdampak, sementara sekitar 30 km lainnya masih dalam proses dibuka.

Pemerintah daerah sedang mendata warga terdampak dan menyiapkan dapur umum serta posko darurat di kantor bupati, kantor kecamatan, hingga kantor polisi. Para pengungsi sementara diarahkan ke tempat ibadah yang aman dari banjir.

Masinton Pasaribu menyebut wilayahnya berada dalam status siaga bencana akibat cuaca ekstrem di pantai barat Sumatera Utara, termasuk Tapanuli Utara dan Tapanuli Selatan. Sejumlah titik evakuasi dibuka di Aula GOR Pandan, kantor pemerintahan, tempat ibadah, dan lokasi aman lainnya.

Banjir dan longsor menerjang tujuh kabupaten/kota di Sumatera Utara sejak 24–25 November 2025. Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan terdampak banjir dan longsor bersamaan, sedangkan Kota Padangsidimpuan, Mandailing Natal, dan Nias Selatan mengalami banjir akibat hujan deras. Hingga kini, 17 warga meninggal dunia dan 58 lainnya luka-luka. Dikutip dari RRI.co.id