Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan bahwa APBN 2025 mengalami defisit sebesar Rp560,3 triliun atau 2,35 persen terhadap PDB per 30 November 2025. Menurut Purbaya, defisit ini masih dalam batas yang terkelola dan sesuai dengan desain APBN.
Pendapatan negara tercatat sebesar Rp2.351,5 triliun atau 82,1 persen dari proyeksi Rp2.865,5 triliun. Penerimaan perpajakan mencapai Rp1.903,9 triliun, terdiri dari pajak Rp1.634,4 triliun dan kepabeanan serta cukai Rp269,4 triliun. Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tercatat Rp444,9 triliun, setara 93,2 persen dari target.
Dari sisi belanja, realisasi mencapai Rp2.911,8 triliun, dengan belanja kementerian/lembaga Rp1.110,7 triliun, belanja non-K/L Rp1.005,5 triliun, dan transfer ke daerah Rp795,6 triliun. Realisasi belanja ini menunjukkan upaya pemerintah untuk menjaga program prioritas tetap berjalan meski menghadapi tantangan fiskal.
Keseimbangan primer APBN 2025 tercatat defisit Rp82,2 triliun, yang menunjukkan kemampuan negara dalam mengelola utang tetap terkendali. Menkeu Purbaya menegaskan bahwa APBN tetap prudent dan mampu menahan tekanan global sekaligus mendukung pemulihan ekonomi nasional. Dikutip dari Antaranews.com
