Jakarta – Pemerintah Indonesia secara resmi menyiapkan ekspor perdana sebanyak 2.280 ton beras premium ke Arab Saudi guna memenuhi kebutuhan konsumsi lebih dari 200 ribu jemaah haji pada musim haji 2026. Keputusan ini diambil dalam rapat koordinasi lintas kementerian yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Langkah ini bertujuan agar jemaah haji asal tanah air tetap dapat menikmati beras lokal yang memiliki cita rasa pulen dan sesuai dengan selera masyarakat Indonesia selama menjalankan ibadah di tanah suci.
Perum Bulog ditunjuk sebagai penyedia stok dengan spesifikasi beras premium yang diproses menggunakan teknologi modern untuk menjaga standar mutu internasional. Pengiriman perdana direncanakan mulai dilakukan pada minggu ketiga Februari 2026 dengan total cadangan yang disiapkan mencapai 3.000 ton. Pemerintah menjamin bahwa ekspor ini tidak akan mengganggu stabilitas pasokan domestik karena jumlah yang dikirim relatif kecil dibandingkan stok nasional Bulog yang saat ini mencapai 3,2 juta ton.
Pihak Arab Saudi menyambut positif rencana ini dan saat ini proses perizinan sedang difinalisasi melalui koordinasi antar Kementerian Perdagangan kedua negara. Kebijakan ini dipandang sebagai langkah awal yang strategis untuk memperkuat ekspor pangan bernilai tambah bagi Indonesia. Ke depannya, pemerintah membuka peluang untuk menjadikan ekspor beras haji ini sebagai kebijakan berkelanjutan seiring dengan penguatan rantai pasok dan konsistensi swasembada pangan nasional. Dikutip dari Antaranews.com
