Jakarta – Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan bahwa pemerintah akan memperketat pengawasan harga bahan pokok guna mengantisipasi lonjakan harga menjelang bulan Ramadan. Langkah ini melibatkan peninjauan langsung ke lapangan serta optimalisasi Balai Pengawasan Tertib Niaga di lima wilayah untuk memantau ketersediaan pasokan nasional. Fokus utama pemerintah adalah menjamin masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang tetap terjangkau di tingkat pedagang pasar.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian Perdagangan mengandalkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok yang berbasis digital untuk mendeteksi fluktuasi harga setiap hari. Pemerintah juga secara intensif menjalin komunikasi dengan distributor besar dan melakukan koordinasi lintas sektoral dengan pemerintah daerah demi menekan angka inflasi. Mendag menyatakan optimisme bahwa stabilitas harga saat ini masih relatif baik dan diharapkan akan terus terjaga hingga masa lebaran mendatang.
Di sisi lain, sektor hulu yang dipantau oleh Kementerian Pertanian menunjukkan kondisi ketersediaan pangan strategis yang cukup aman. Produksi komoditas utama seperti beras, jagung, daging sapi, dan telur ayam diproyeksikan melimpah hingga akhir Maret 2026 berdasarkan evaluasi bersama Badan Pangan Nasional. Kerja sama yang kuat antara kementerian dan pelaku usaha menjadi kunci utama dalam memastikan kelancaran distribusi logistik ke seluruh pelosok tanah air. Dikutip dari RRI.co.id
