Ragam

Mengenal Filosofi Mie Panjang Umur: Hidangan Ikonik Penuh Makna di Tradisi Imlek

Mengenal Filosofi Mie Panjang Umur: Hidangan Ikonik Penuh Makna di Tradisi Imlek

Jakarta – Mie panjang umur atau siu mie merupakan hidangan ikonik yang wajib hadir dalam perayaan tahun baru Imlek karena mengandung makna simbolis yang mendalam. Masyarakat Tionghoa meyakini bahwa bentuk mie yang panjang melambangkan harapan akan usia yang panjang, kebahagiaan, serta rezeki yang terus mengalir tanpa henti. Selain pada momen Imlek, sajian ini juga sering muncul dalam acara penting lainnya seperti pernikahan dan ulang tahun sebagai simbol doa bagi keselamatan penyantapnya.

Secara visual, hidangan ini berupa mie goreng dengan tekstur kenyal dan rasa gurih yang dimasak menggunakan mie lurus agar tidak mudah hancur. Dalam penyajiannya, siu mie biasanya dilengkapi dengan berbagai isian seperti sayuran, daging, dan makanan laut. Salah satu pelengkap yang tidak boleh tertinggal adalah telur puyuh yang digunakan untuk melambangkan kesempurnaan hidup bagi mereka yang memakannya.

Keunikan utama dari mie panjang umur terletak pada tata cara menyantapnya yang berbeda dari mie pada umumnya. Sebelum makan, seseorang disarankan untuk memanjatkan doa, kemudian menyantap mie dengan cara diseruput secara utuh tanpa boleh dipotong atau digigit hingga putus. Tradisi memakan mie secara utuh ini dipercaya dapat menjaga keberuntungan tetap utuh sekaligus mempererat ikatan keharmonisan di dalam keluarga. Dikutip dari RRI.co.id