Tangerang – Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke industri manufaktur furnitur di Kabupaten Tangerang pada Kamis, 29 Januari 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk menjalankan fungsi pengawasan serta melihat secara langsung proses produksi, ketersediaan bahan baku, dan penyerapan tenaga kerja di lapangan. Rombongan legislator yang didampingi oleh pengusaha dari Asmindo meninjau pabrik guna memahami tantangan nyata yang dihadapi oleh industri pengolahan hasil hutan dan perkebunan saat ini.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati, menggarisbawahi empat poin utama hasil kunjungan tersebut, yakni ketersediaan bahan baku, daya saing melalui teknologi, akses pasar ekspor, dan pengembangan SDM. Beliau menekankan pentingnya menjaga pasokan bahan baku yang mulai langka di beberapa daerah serta memastikan bahwa penerapan teknologi atau otomasi tidak menggerus kebutuhan tenaga kerja lokal. Selain itu, diperlukan sinergi antara pemerintah dan swasta dalam memperkuat pelatihan vokasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor industri.
Menanggapi kendala bahan baku, Kementerian Perindustrian mengusulkan solusi berupa pemanfaatan kayu sitaan negara atau kayu hanyut akibat bencana alam, seperti yang terjadi di Sumatra. Staf Ahli Menteri Perindustrian, Andi Rizaldi, menjelaskan bahwa langkah ini didasarkan pada koordinasi dengan kementerian terkait untuk memenuhi kebutuhan industri manufaktur dan furnitur. Melalui pemanfaatan kayu tersebut, diharapkan kelangkaan pasokan dapat teratasi sehingga kinerja ekspor dan kesinambungan produksi furnitur nasional tetap terjaga. Dikutip dari RRI.co.id
