Jakarta – Pemerintah menargetkan penyerapan tenaga kerja dalam skala besar melalui penguatan investasi di sektor maritim, salah satunya lewat proyek pembangunan lebih dari 1.500 kapal nelayan di dalam negeri. Proyek strategis ini dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja luas karena karakteristik sektor maritim yang bersifat padat karya. Tim Pakar Badan Komunikasi Pemerintah Fithra Faisal Hastiadi menjelaskan bahwa sektor perikanan dan kelautan memiliki daya serap tenaga kerja yang jauh lebih tinggi dibandingkan sektor lain, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan merata.
Selain mengejar kuantitas penyerapan kerja, pemerintah juga mendorong terciptanya nilai tambah tinggi melalui kerja sama teknologi global, termasuk pengembangan industri semikonduktor. Fokus prioritas pada sektor pertanian dan perikanan diharapkan dapat memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di satu titik, tetapi menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi industri nasional agar tidak hanya bergantung pada sumber daya mentah, melainkan juga pada penguasaan teknologi dan manufaktur kapal di galangan dalam negeri.
Namun, keberhasilan penyerapan tenaga kerja ini sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia yang terampil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti menekankan pentingnya kesesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri agar peluang yang ada dapat terserap secara optimal. Oleh karena itu, investasi di sektor maritim harus dibarengi dengan penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi yang relevan. Langkah sinkronisasi antara kualitas sumber daya manusia, dukungan modal, dan penguasaan teknologi menjadi prasyarat utama agar industri nasional memiliki daya saing kuat. Dikutip dari RRI.co.id
