Tangerang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menetapkan status siaga tiga pada Pintu Air 10 di Neglasari menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut secara terus-menerus. Peningkatan status ini ditandai dengan bunyi sirene panjang dari bangunan peninggalan era Belanda tersebut yang menandakan debit air Sungai Cisadane telah naik melebihi batas normal. Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menyatakan bahwa sirene ini merupakan bagian dari prosedur standar untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat mengenai kondisi ketinggian air.
Kenaikan debit air ini beriringan dengan bencana banjir yang melanda 32 titik di wilayah Kota Tangerang dengan ketinggian air mencapai dua meter. Kondisi diperparah oleh jebolnya tanggul Kali Angke di Perumahan Taman Griya yang mengakibatkan pemukiman warga terendam. Di lokasi lain, seperti Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, banjir juga semakin meninggi hingga hampir mencapai 1,5 meter sehingga memaksa sebagian besar warga untuk segera mengevakuasi diri.
Warga yang terdampak kini mulai mengungsi ke berbagai tempat aman mulai dari masjid, rumah kerabat, hingga fasilitas umum lainnya. Meski banyak yang memilih mengungsi sejak dini hari, beberapa warga tetap bertahan di lantai dua rumah mereka untuk menjaga barang berharga. Masyarakat berharap pemerintah daerah segera memberikan solusi nyata dan langkah cepat dalam menangani masalah banjir yang terus berulang dan sangat merugikan aktivitas harian mereka. Dikutip dari RRI.co.id
