Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar PGRI, Sumardiansyah Perdana Kusuma, menyambut positif penerbitan buku sejarah Indonesia terbaru berjudul Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global oleh Kementerian Kebudayaan. Buku ini diharapkan dapat memperkuat literasi sejarah dan memberikan gambaran peristiwa yang lebih menyeluruh, termasuk meluruskan mitos mengenai durasi penjajahan Indonesia yang selama ini disebut terjadi selama 350 tahun. Perubahan substansi dalam buku ini nantinya akan diikuti dengan penyesuaian capaian pembelajaran serta pembaruan buku teks di sekolah agar tetap relevan dengan riset sejarah terkini.
Meskipun mendukung penuh, para akademisi menekankan pentingnya sosialisasi dan pelatihan masif bagi para guru untuk memahami perspektif baru tersebut. Hal ini penting agar siswa tidak tertinggal dalam memahami sejarah di tengah masa transisi kurikulum. Guru diharapkan mampu menguasai materi terbaru melalui koordinasi lintas kementerian dan asosiasi profesi agar informasi yang disampaikan kepada siswa di sekolah menengah tetap akurat dan sesuai dengan standar isi yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, praktisi pendidikan menyoroti tantangan dalam menarik minat baca siswa usia SMP yang mulai menunjukkan gejala kurang meminati sejarah. Oleh karena itu, penyajian konten sejarah harus dikemas secara menarik agar pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mampu membentengi siswa dari hoaks atau informasi yang tidak pasti. Dengan literasi yang baik, pemahaman sejarah diharapkan tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membentuk karakter generasi penerus yang mampu menghargai jasa pahlawan dan memiliki keteladanan bagi bangsa. Dikutip dari RRI.co.id
