Jakarta – Kementerian Perindustrian memfokuskan pemanfaatan anggaran rincian output khusus tahun 2026 sebesar 299,9 miliar rupiah untuk tiga agenda utama, yakni pelaksanaan program prioritas industri, pemulihan industri kecil terdampak bencana, dan partisipasi Indonesia sebagai mitra negara dalam pameran internasional INNOPROM 2026 di Rusia. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa alokasi untuk pemulihan industri di Sumatera bertujuan mempercepat kebangkitan ekonomi daerah pascabencana, sementara keikutsertaan di ajang global dimaksudkan untuk memperkuat promosi serta kerja sama internasional industri nasional.
Sejalan dengan arah kebijakan tahun 2026, pemerintah menetapkan target pertumbuhan produk domestik bruto industri pengolahan nonmigas sebesar 5,51 persen dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto nasional mencapai 18,56 persen. Selain itu, sektor industri diposisikan sebagai penggerak utama lapangan kerja dengan target penyerapan tenaga kerja sebesar 14,68 persen dari total nasional dan investasi sektor manufaktur yang diproyeksikan mencapai 852,90 triliun rupiah. Upaya ini juga mencakup sasaran pemerataan pembangunan industri di luar Pulau Jawa hingga 33,25 persen serta penurunan emisi gas rumah kaca sebagai komitmen industri hijau.
Untuk mendukung pencapaian tersebut, Kementerian Perindustrian mengelola pagu efektif sebesar 2,112 triliun rupiah dari total pagu daftar isian pelaksanaan anggaran yang mencapai 2,501 triliun rupiah. Seluruh pendanaan ini diarahkan pada penguatan struktur ekonomi nasional melalui program hilirisasi, pengembangan kawasan industri, hingga peningkatan sumber daya manusia dan modernisasi teknologi. Melalui perencanaan yang matang dan prinsip akuntabilitas yang telah meraih opini wajar tanpa pengecualian selama 17 kali berturut-turut, kementerian berkomitmen memastikan setiap anggaran memberikan dampak nyata bagi daya saing global industri Indonesia. Dikutip dari Antaranews.com
