Jakarta – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat memperketat arus lalu lintas di jalur Padang–Solok via Sitinjau Lauik setelah putusnya dua jalur utama menuju Padang–Bukittinggi melalui Padang Panjang dan Malalak.
Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Dedi Diantolani, menjelaskan seluruh kendaraan kini dialihkan ke jalur Sitinjau Lauik. Ia menyebut perubahan pola perjalanan ini harus ditangani dengan pengaturan lalu lintas yang ketat.
Dishub Sumbar telah melakukan uji coba pelepasan angkutan barang secara bertahap, yakni 10 unit per lima menit dari Solok menuju Padang. Jalur Sitinjau Lauik memiliki tanjakan curam dan tikungan sempit, sehingga rawan macet dan kecelakaan.
Pemprov Sumbar juga menetapkan pembatasan jam operasional angkutan barang untuk mengurangi kemacetan, menjaga kelancaran akses kendaraan umum, dan mendukung logistik prioritas. Pengawasan dilakukan di Posko Indarung dan Jembatan Timbang Lubuk Selasih untuk memastikan kepatuhan dan respons cepat terhadap insiden.
Dedi menekankan masyarakat tidak boleh terbebani secara berlebihan akibat pengalihan rute sementara. Penanganan jalur Sitinjau Lauik dilakukan bersama BPJN, Ditlantas, pemerintah kabupaten/kota, dan instansi teknis lain dengan evaluasi harian. Semua langkah bersifat tanggap darurat hingga jalur utama kembali normal, dengan tujuan menjaga mobilitas masyarakat tetap aman dan terkendali. Dikutip dari RRI.co.id
