Ekonomi

BI Bali Paparkan Langkah Strategis untuk Genjot Ekonomi Bali 2026

BI Bali Paparkan Langkah Strategis untuk Genjot Ekonomi Bali 2026

Denpasar, Bali – Bank Indonesia (BI) Bali memaparkan lima strategi utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Bali pada 2026. Kepala BI Bali, Erwin Soeriadimadja, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Bali 2026–2027 lebih tinggi dari nasional.

Lima strategi Panca Kerti meliputi:

  1. Penguatan sektor nonpariwisata, seperti pertanian dan ekonomi kreatif, melalui penciptaan wirausaha, penyediaan ruang usaha untuk UMKM, serta optimalisasi Kawasan Ekonomi Khusus dan hilirisasi komoditas unggulan.
  2. Pengembangan pariwisata berkualitas dengan diversifikasi destinasi sesuai karakter dan budaya lokal, berlandaskan konsep Tri Hita Karana.
  3. Optimalisasi rantai pasok melalui peran BUMD, kerja sama antar-daerah, dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah untuk menjaga harga konsumen dan daya beli masyarakat.
  4. Peningkatan pembiayaan UMKM dan sektor prioritas, membangun ekosistem hulu-hilir, serta meningkatkan literasi keuangan.
  5. Akselerasi sistem pembayaran digital, termasuk pengawasan kegiatan usaha penukaran valuta asing non-bank atau money changer.

BI Bali memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2025 mencapai 5,0–5,8 persen, dengan 41 persen dari sektor pariwisata. Secara nasional, pertumbuhan ekonomi 2026 diprediksi 4,9–5,7 persen. Erwin menekankan pentingnya sinergi lintas sektor menghadapi tantangan global, seperti proteksionisme, perlambatan ekonomi dunia, utang tinggi, suku bunga negara maju, dan risiko sistem keuangan global. Dikutip dari Antaranews.com