Seorang korban banjir di Sibolga menjadi sorotan setelah videonya yang berisi permintaan maaf karena menjarah sebuah minimarket beredar di media sosial. Dalam video tersebut, pria itu menjelaskan bahwa ia hanya mengambil tiga bungkus mi instan dan satu botol air mineral. Ia mengatakan tindakannya terpaksa dilakukan karena anak-anaknya kelaparan sementara mereka terjebak banjir, tidak memiliki uang, dan tidak mendapatkan bantuan apa pun selama bencana berlangsung.
Pria itu mengaku tidak berniat memanfaatkan situasi. Ia menegaskan bahwa pengambilan barang itu murni untuk kebutuhan mendesak demi bertahan hidup. Ia juga berjanji akan membayar seluruh barang yang diambil jika kondisi sudah pulih dan ia mampu kembali bekerja.
Video permintaan maaf itu memunculkan beragam reaksi dari warganet. Beberapa mengkritik perbuatannya karena dianggap tetap merugikan pihak minimarket. Namun sebagian besar warganet justru memberikan pembelaan. Mereka menilai tindakan pria tersebut terjadi karena keadaan darurat dan barang yang diambil pun hanya kebutuhan dasar, bukan barang-barang bernilai tinggi atau berlebihan.
Tidak sedikit warganet yang menyatakan siap membantu membayar barang yang diambil, bahkan secara terbuka meminta pihak minimarket menagihkan biaya tersebut kepada mereka. Simpati warganet mengalir karena mereka melihat kondisi korban banjir yang serba terbatas dan kesulitan memperoleh makanan.
Peristiwa ini juga memicu pertanyaan mengenai peran pemerintah dalam penanganan banjir di Sibolga. Banyak warganet mempertanyakan mengapa korban tidak mendapatkan bantuan logistik sehingga harus mengambil risiko menjarah hanya demi memberi makan keluarganya. Situasi ini dianggap menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan pangan bagi warga yang terdampak bencana.
Kasus ini sekaligus membuka diskusi lebih luas tentang pentingnya penyaluran bantuan yang cepat dan tepat pada masa darurat, agar warga tidak sampai melakukan tindakan ekstrem untuk bertahan hidup. Dikutip dari Okezone.com
