Jakarta – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyoroti temuan minyak goreng ilegal di Batam. Ia menyebut temuan ini ironis karena Indonesia merupakan produsen sawit terbesar dunia.
Petugas sebelumnya menyita 40,4 ton beras ilegal dan 2,04 ton minyak goreng tanpa izin impor. Selain itu, barang ilegal lain yang disita meliputi gula, tepung, susu, mie impor, parfum, dan frozen food. Semua barang tidak memiliki dokumen resmi dan kapal pengangkut tidak memiliki manifest sesuai aturan.
Amran menekankan masuknya minyak goreng ilegal merugikan petani sawit yang jumlahnya lebih dari sepuluh juta orang. Ia meminta seluruh daerah memperkuat pengawasan impor pangan agar barang ilegal tidak masuk ke Indonesia.
Lima anak buah kapal diamankan untuk pemeriksaan lanjutan, sementara kapten kapal tidak berada di lokasi. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan penyelundupan ini membahayakan pasar dan dapat merusak harga.
Informasi awal menyebut asal barang ilegal kemungkinan dari Thailand. Semua barang masih disegel dan penanganan lanjutan menunggu proses hukum aparat kepolisian. Dikutip dari RRI.co.id
