Nasional

Pratikno: Lonjakan Bencana Alam Jadi Alarm Nasional, Pemerintah Diminta Siaga

Pratikno: Lonjakan Bencana Alam Jadi Alarm Nasional, Pemerintah Diminta Siaga

Jakarta – Menko PMK Pratikno menyoroti lonjakan bencana hidrometeorologi di Indonesia sebagai alarm kewaspadaan nasional. Ia mencontohkan banjir besar di Bekasi dan Banjarnegara serta mengingatkan bahwa lebih dari 3,5 juta jiwa berisiko terdampak banjir jika pengelolaan lingkungan di hulu tidak diperbaiki.

Pratikno juga menekankan masalah deforestasi, sedimentasi waduk, dan kerusakan sungai yang mengganggu ketahanan ekologis. Ia menegaskan mitigasi bencana harus dilakukan secara terpadu dari hulu hingga hilir dan mengajak masyarakat berpartisipasi dalam penanaman pohon sebagai bagian dari upaya mitigasi.

Sebagai langkah nyata, BNPB melaksanakan penanaman vegetasi serentak di empat provinsi, yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Ribuan bibit ditanam untuk memperkuat pemulihan lingkungan dan mitigasi bencana hidrometeorologi.

Kepala BNPB Suharyanto menekankan, “Bibit yang kami tanam bukan hanya memulihkan lingkungan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi mitigasi bencana.” Dikutip dari RRI.co.id