Politik

Zohran Mamdani Menang di New York, Ini Faktor Penentunya

Zohran Mamdani Menang di New York, Ini Faktor Penentunya

Di tengah dominasi Partai Demokrat dan politik elitis di New York, kemenangan Zohran Mamdani dalam pemilihan Wali Kota New York 2025 menandai babak baru dalam politik Amerika Serikat. Tokoh muda berdarah Uganda-India itu berhasil menaklukkan para politisi kawakan dengan pendekatan sosialisme demokratis yang menekankan isu keadilan sosial dan ekonomi rakyat kecil.


Kemenangan Telak atas Cuomo dan Pesaing Lainnya

Berdasarkan hasil resmi pemilihan pada 4 November 2025, Mamdani meraih 50,4 persen suara, unggul jauh dari pesaing terdekatnya Andrew Cuomo yang memperoleh 41,6 persen. Dua kandidat lain, Curtis Sliwa dan Eric Adams, hanya mengantongi masing-masing 7,1 persen dan 0,3 persen suara.

Data ini sejalan dengan 37 survei nasional dari Juli hingga Oktober 2025 yang menunjukkan tren keunggulan Mamdani. Menurut AtlasIntel, jarak elektabilitas antara Mamdani dan Cuomo mencapai lebih dari 5 persen bahkan sebelum masa tenang pemilu.


Dihadang Partai Sendiri dan Prasangka Politik

Kemenangan Mamdani tidak diraih dengan mudah. Ia sempat menghadapi serangan dari kelompok Republikan yang kerap menstigmatisasi imigran dan Muslim, serta resistensi dari internal Demokrat yang menilai pendekatan “kiri radikal”-nya terlalu progresif.

Namun, justru di tengah krisis ekonomi dan sosial New York—dari biaya hidup tinggi hingga ketimpangan ekstrem—Mamdani menawarkan solusi konkret bagi warga kelas pekerja.


Agenda Progresif: Hunian, Transportasi, dan Pangan Terjangkau

Isu keterjangkauan hunian menjadi prioritas utama. Melalui program rent freeze, Mamdani berjanji melindungi penyewa apartemen dari lonjakan harga sewa dan menstabilkan biaya tempat tinggal bagi masyarakat menengah ke bawah.

Selain itu, ia berkomitmen menghapus tarif bus kota secara permanen untuk meringankan beban biaya transportasi publik. Kebijakan ini diharapkan memperbaiki layanan bus kota sekaligus mengurangi pengeluaran warga, mengingat biaya transportasi naik 35 persen selama 2020–2024 (USDA).

Tak berhenti di situ, Mamdani juga mengusulkan pembukaan toserba pemerintah di tiap borough guna menjual bahan pangan pokok dengan harga grosir. Langkah ini ditujukan untuk menekan kenaikan harga pangan sebesar 24 persen dalam empat tahun terakhir.


Pendanaan Melalui Pajak Korporasi dan Kaum Superkaya

Untuk mendanai program ambisius tersebut, Mamdani mengajukan kenaikan pajak korporasi menjadi 11,5 persen serta pajak tambahan 2 persen bagi 1 persen warga terkaya di New York.

Kebijakan “Tax the Richest” ini memicu perdebatan keras di kota yang dikenal sebagai pusat korporasi global. Namun bagi kelas pekerja, kebijakan itu menjadi harapan baru bagi ekonomi yang lebih egaliter.


Pendekatan Altruis dan Isu Sosial Global

Bagi kalangan menengah atas dan progresif, Mamdani dikenal karena dukungannya terhadap Palestina, kepeduliannya terhadap krisis iklim, serta pembelaannya terhadap komunitas LGBTQ+. Sikapnya yang tegas dalam isu-isu kemanusiaan ini memperkuat citranya sebagai pemimpin moral dan idealis.


Kampanye Akar Rumput dan Multibahasa

Keberhasilan Mamdani juga berakar pada kampanye berbasis akar rumput yang digerakkan 50.000 sukarelawan dari jaringan Democratic Socialist Association (DSA). Mereka melakukan canvassing door-to-door di kawasan padat penyewa seperti Queens, Brooklyn, dan Bronx.

Di media sosial, tim kampanye Mamdani memanfaatkan TikTok, Instagram, dan X dengan strategi pendidikan publik digital multibahasa — Inggris, Spanyol, Bengali, dan Arab — untuk menjangkau komunitas imigran dan generasi muda.

Pendekatan ini terbukti efektif, meningkatkan partisipasi pemilih muda dan menjadikan Mamdani ikon politik generasi milenial Amerika.


Makna Politik: Arah Baru Demokrasi AS

Kemenangan Zohran Mamdani menjadi simbol kebangkitan politik kiri di Amerika Serikat. Di tengah dominasi politik konservatif dan liberal elitis, kemenangan ini menunjukkan bahwa gagasan redistribusi ekonomi dan keadilan sosial kini mulai diterima publik luas.

Banyak pengamat menilai, narasi progresif Mamdani akan memengaruhi dinamika politik nasional menjelang pemilu sela 2026 dan bahkan pilpres 2028.

Dikutip dari kompas.com